Membicarakan kelebihan & kekurangan masing-masing memang mampu memperkuat interaksi yg sedang dirajut. Tetapi, kadang susah apabila menyangkut penyakit yg Anda miliki. Apalagi apabila hubungan tadi baru saja terjalin. Lalu, bagaimana cara memberi memahami pasangan bahwa Anda punya perkara kejiwaan? Jangan cemas, ikuti beberapa tipsnya berikut adalah.
Haruskah beri memahami pasangan bila punya masalah kejiwaan?
Stigma buruk mengenai kesehatan jiwa masih poly menyebar dalam masyarakat. Maklum, orang-orang acapkali menyamakan penyakit jiwa menggunakan gila (hilang logika atau kendali atas perilakunya). Pada kenyataannya, masalah kejiwaan tak sesimpel itu. Orang menggunakan syarat ini bisa hidup seperti biasa jika mendapatkan perawatan dan dukungan dari orang-orang pada sekelilingnya. Itulah sebabnya memberi memahami orang terdekat tentang masalah kejiwaan yg Anda miliki itu krusial.
“apabila Anda merasa bahwa hubungan Anda berjalan berfokus dan pasangan Anda merupakan orang yg kemungkinan besar bisa menaruh dukungan dan kasih sayang, maka Anda harus memberi tahu mengenai penyakit Anda”, ujar Michael Brustein, Psy.D, psikolog klinis pada New York City, seperti dikutip dari halaman Self.
Sayangnya, membicarakan hal ini nir semudah memberi tahu pasangan kuliner apa yg Anda sukai & nir sukai. Apalagi bila Anda baru saja pacaran dengannya.
Bagaimana menyampaikannya?
Kunci primer agar hubungan asmara Anda & pasangan berjalan langgeng adalah kejujuran & kepercayaan . Meskipun nir mudah, beberapa tips berikut mampu membantu Anda buat memberitahukan masalah kejiwaan yg Anda miliki kepada pasangan, diantaranya:
1. Cari waktu yang sempurna
Tidak jadi kasus apabila hubungan Anda baru seumur jagung. Saat Anda merasa nyaman & sudah berkomitmen satu sama lain buat menjalani interaksi yg serius, mengungkapkan penyakit yang diidap dalam waktu itu adalah saat yang tepat.
Ahli psikologi berpendapat bahwa tidak ada batasan ketika kapan Anda merasa nyaman dalam menjalin hubungan & berencana buat ke jenjang yg lebih berfokus, contohnya pernikahan. Selain keseriusan dalam berhubungan, Anda perlu jua mempertimbangan kesiapan diri Anda sendiri buat membicarakannya.
2. Rencanakan dulu
Tidak semua orang mengerti bagaimana usaha Anda hayati dengan penyakit ini. Itulah sebabnya Anda wajib menciptakan rencana lebih dulu. Anda mungkin perlu menuliskan apa saja hal yg wajib Anda bicarakan, kira-kira apa saja pertanyaan menurut pasangan, dan mempelajari hal apa saja yang berkaitan menggunakan penyakit Anda.
Apabila Anda gugup, Anda mungkin butuh latihan bicara di depan cermin atau meminta anggota famili sebagai versus bicara. Ingat, cari waktu luang & tempat yg membuat Anda merasa nyaman. Bila masih ragu, lakukan konsultasi ke dokter atau psikolog untuk memudahkan Anda memberitahukan hal ini dalam pasangan.
3. Bersabar
Menerima kenyataan bahwa pasangan memiliki penyakit kejiwaan pasti sulit. Pasti akan ada poly pertanyaan yg ingin ia ajukan. Jadi, jelaskan situasi Anda selama ini, layaknya sedang memberikan seminar. Anda harus tabah menjawab pertanyaan, bahkan kalau harus mengulangi hal yang sama.
Ingat, berita yg Anda berikan pada pasangan mampu membantu Anda kelak jika tanda-tanda timbul. Jadi, beri memahami bagaimana penyakit ini memengaruhi Anda, apa saja gejalanya, bagaimana cara mengatasinya, & perawatan apa saja yang Anda lakukan.
Memberi tahu pasangan mungkin mampu mempermudah perawatan Anda, akan tetapi jangan sampai menciptakan pasangan begitu tertekan & menghambat interaksi dalam akhirnya. Jadi, Anda perlu memerhatikan diri sendiri buat menjaga kesehatan & menghindari pemicu agar gejala sanggup berkurang.
4. Lihat reaksi pasangan
Semua orang pasti mengharapkan hasil terbaik pada setiap usahanya, termasuk Anda. Tetapi, pada hal ini sebaiknya Anda tidak mengharapkan reaksi tertentu karena mampu membuat Anda kecewa jika tidak sinkron harapan nantinya. Daripada berharap terlalu tinggi, lebih baik lihat reaksi pasangan saat itu & baca situasi dengan kepekaan.
Yang terpenting adalah siapkan diri buat mengungkapkan & membantu pasangan tahu Anda. Ingat, jangan menyalahkan diri apabila pasangan Anda bereaksi dengan rancu. Masih ada kesempatan buat Anda berpikir lagi apakah interaksi tadi layak dipertahankan.

0 Response to "Punya Masalah Kejiwaan? Sampaikan Pada Pasangan Dengan 4 Tips Ini"
Post a Comment