Metode time out merupakan cara mendisiplinkan anak dengan memberi ketika bagi anak buat merenungkan kesalahannya. Cara ini menarik poly perhatian orang tua lantaran jauh menurut “main tangan” alias kekerasan fisik atau mengomel panjang lebar. Sebenarnya, seperti apa metode time out itu? Yuk, ikuti panduaannya berikut waktu memberikan hukuman bagi anak.
Mendisiplinkan anak menggunakan metode time out
Anak-anak seringkali kali melakukan kesalahan dan membuat Anda mengelus dada. Agar jera, Anda tentu perlu strategi dalam mendisiplinkan anak, salah satunya dengan metode time out.
Tujuan time out bukan menyiksa anak dengan mengurungnya di suatu loka, akan tetapi melatih anak buat belajar menenangkan diri, sekaligus melepaskan kemarahan & kekesalannya.
Metode ini umumnya diterapkan orangtua ketika si mini memasuki usia dua tahun ke atas. Pada usia tersebut, buah hati Anda telah mampu mengontrol diri jauh lebih baik & telah memahami apa saja konsekuensinya apabila ia melakukan kesalahan. Ini mampu membuat metode time out jadi cara ampuh buat mendisiplinkan anak.
Jangan khawatir, supaya metode time out berhasil, Anda perlu perhatikan beberapa aturannya ini dia.
1. Pilih ketika dan tempat yang sinkron
Saat Anda menerapkan metode time out, langkah pertama yang Anda lakukan merupakan memilih loka yang sesuai. Pastikan anak jauh menurut kemudian lalang orang tempat tinggal , suara televisi, mainan, atau pun bentuk gangguan lainnya. Tempat yg hening tersebut niscaya menciptakan anak bosan dan mau nir mau merenungkan kesalahannya.
Walaupun Anda memerintahkan anak buat “menyendiri”, bukan berarti Anda meninggalkan anak tanpa supervisi begitu saja. Anda tetap wajib pasang mata, tapi tidak secara langsung mondar-mandir di kurang lebih. Cukup sesekali mengintip, tapi jangan sampai terjadi tatap mata antara Anda menggunakan anak.
Setelah Anda tetapkan area time out, tentukan berapa lama anak wajib merenungkan keselahannya. Dilansir menurut halaman Parents, anggaran waktu yang paling kondusif merupakan satu mnt per tahun dari usia anak. Jika si mini berusia 2 tahun, maka beliau wajib merenungkan keselahannya sendiri selama dua mnt. Apabila Anda merasa waktu tersebut tidak cukup, Anda bisa menambah durasi sebanyak 2 mnt lagi.
Cara mudah untuk mempraktikkannya adalah pilih sudut kamar kosong, sediakan kursi, dan hadapkan anak menghadap tembok, memunggungi keluarga.
2. Pakai metode ini dalam momen yang sempurna
Meskipun metode ini sanggup berhasil, terlalu tak jarang menerapkannya sanggup menciptakan anak jadi kebal. Itu adalah metode time out tidak lagi digdaya dan Anda wajib mencari cara lain buat mendisiplinkan sikapnya. Anda mungkin wajib menegaskan bahwa metode ini hanya dilakukan bila anak mulai tantrum, memukul atau menggigit temannya, atau melempar barang.
Jika kesalahannya lantaran main lupa waktu, lupa mengerjakan tugas harian rumah, atau buang sampah sembarang, usahakan terapkan hukuman lain yg lebih cocok. Anda sanggup menghukum anak menggunakan mengurangi jam mainnya buat membantu Anda higienis-higienis rumah, menyiram flora, atau menyuruhnya belajar.
3. Patuhi anggaran mainnya
-Agar metode mendisiplinkan anak ini efektif, Anda perlu mengikuti beberapa aturannya, misalnya:
- Beri anak peringatan lebih dulu. Saat anak mulai memberitahuakn indikasi-indikasi tantrum, berikan anak peringatan lebih dulu, contohnya “Kakak jangan lempar-lempar mainan, nanti mainannya rusak. Kalo nggak mau nurut, Mama suruh ke kamar, ya.”
- Berikan anak penjelasan kenapa dia harus berdiam diri. Apabila anak mengabaikan peringatan Anda, minta anak buat pergi ke area time out. Kemudian, jelaskan apa saja alasan beliau wajib dibiarkan duduk merenung sendiri.
- Setel pengatur saat. Durasi time out haruslah Anda atur. Jangan sampai terlalu cepat atau pun terlalu lama . Selama ketika-waktu tadi, pastikan Anda meninggalkan anak sendiri, tidak mengajaknya bicara, atau menanggapi rengekannya.
- Ajari anak untuk mengakui kesalahan dan minta maaf. Setelah saat time out habis, segera tanyakan pada anak apa saja kesalahannya. Minta anak buat meminta maaf & berjanji nir akan mengulangi kesalahan yg sama.
- Maafkan, beri pelukan, dan lupakan. Setelah anak mengucapkan maaf & menampakan penyesalan, ingat mengajari & beri model anak buat memaafkan kesalahan orang lain. Kemudian, peluk dan tunjukkan pulang afeksi Anda. Hukuman dan mendisiplinkan anak relatif hingga pada situ saja, Anda tidak perlu lagi mengoceh panjang lebar. Biarkan anak kembali beraktivitas misalnya biasanya & suasana jadi hangat pulang.

0 Response to "Tak Perlu Ngoceh Panjang, Disiplinkan Si Kecil Dengan Metode Time Out"
Post a Comment