Apakah ayah Anda pernah terkena stroke? Atau, bunda Anda yg punya penyakit jantung? Apakah kakek atau nenek Anda yang justru pernah terkena serangan jantung? Apabila jawabannya merupakan “ya” buat keliru satu pertanyaan pada atas (atau mungkin lebih), besar kemungkinannya Anda mempunyai faktor risiko penyakit jantung keturunan.
Namun, Anda tidak usah khawatir. Baca terus artikel ini buat cari tahu cara menghindari terkena penyakit jantung jika Anda memang mempunyai “bakat”nya.
Risiko penyakit jantung dampak keturunan lebih tinggi dalam orang-orang yg gaya hidupnya tidak sehat
Sama seperti karakteristik fisik, risiko penyakit jantung juga sanggup diwariskan menurut ke 2 orangtua Anda. Ada poly jenis penyakit jantung tidak sama yg dapat diwariskan dalam silsilah keluarga. Misalnya saja aritmia, kelainan katup jantung, agresi jantung, stroke, sampai gagal jantung.
Risiko Anda buat mengalami penyakit jantung apabila punya gen keturunan mampu lebih tinggi daripada orang lain yg hanya menjalani gaya hayati jelek saja, tapi nir mewarisi gen pemicu penyakit jantung dari orangtua atau kakek-neneknya.
Terlebih, kemunculan penyakit tadi mampu terjadi lebih cepat apabila Anda punya keturunan penyakit jantung DAN juga menjalani gaya hayati yg nir sehat misalnya kebiasaan makan makanan berlemak & kurang olahraga. Ditambah lagi, sejumlah faktor risiko penyakit jantung misalnya kolesterol tinggi & hipertensi, jua sangat terkait menggunakan riwayat kesehatan keluarga.
Lantas, bagaimana cara mencegah risiko penyakit jantung keturunan?
Bagi orang-orang yang punya “talenta” penyakit jantung kunci buat mencegahnya adalah dengan mengubah gaya hayati jadi lebih sehat, beber seorang ahli kardiovaskuler, Dr. Vito A. Damay, SpJP(K), M.Kes FIHA FICA, yang jua sekaligus sebagai presenter program kesehatan pada TV nasional.
“Jika orangtua memang punya penyakit jantung, sebenarnya peluang Anda buat kena penyakit jantung mampu lebih rendah jika terbiasa hayati sehat,” tutur dr. Vito, saat diwawancarai oleh tim Hello Sehat pada Sudirman, Jumat (28/9). Bahkan, disiplin menjalani pola hayati sehat sedini mungkin bisa mencegah peluang Anda terkena penyakit jantung pada kemudian hari.
Tetapi, apa saja langkah yang wajib ditempuh agar hayati permanen sehat & jauh berdasarkan risiko penyakit jantung?
1. Makan makanan yg sehat buat jantung
Jika Anda punya keturunan penyakit jantung, Anda wajib perhatikan baik-baik apa yg Anda makan & minum setiap hari. Pada umumnya, Anda wajib mulai mengurangi asupan makanan tinggi garam, kuliner berlemak, kuliner berminyak, berkolesterol tinggi, makanan & minuman anggun, hingga kuliner & minuman prosesan yang berpengawet.
Sebagai gantinya, perbanyak makan butir & sayuran segar dan kacang & biji-bijian. Juga, pilihlah asal kuliner berprotein tanpa lemak & makanan yang tinggi omega-3 misalnya ikan salmon dan tuna.
Bingung mau mulai menurut mana? Ikuti pedoman diet Mediteriania yg dinobatkan menjadi diet paling sehat bagi jantung.
2. Olahraga rutin buat jaga berat badan
Orang yang gemuk atau kelebihan berat badan berisiko lebih besar buat mengalami penyakit jantung, khususnya agresi jantung. Pasalnya, tumpukan lemak akan menghambat kerja jantung buat mengalirkan darah sebagai akibatnya menaikkan tekanan darah. Hipertensi merupakan galat satu faktor risiko primer berdasarkan penyakit jantung.
Ditambah lagi, sementara beban kerja jantung bertambah, tapi kemampuan meremasnya akan berkurang. Pada akhirnya, jantung tidak dapat mengeluarkan darah yg optimal dalam tiap detak jantung. Saat darah mulai menggenang pada jantung, Anda dapat mengalami gagal jantung kongestif.
Untuk mengecek apakah berat badan Anda sekarang telah ideal atau malah berisiko obesitas, hitung dengan kalkulator indeks massa tubuh Hello Sehat atau pada bit.Ly/indeksmassatubuh. Jika skor BMI Anda sama dengan atau melampaui 30, ini mengindikasikan kasus berat badan berfokus. Segera konsultasi ke dokter buat membuat planning olahraga yg efektif demi menurunkan berat badan.
3. Rutin cek kesehatan
Lebih lanjut dr. Vito menekankan pentingnya cek kesehatan (medical checkup) rutin buat mendeteksi risiko penyakit jantung keturunan. Segera skrining kesehatan pada rumah sakit terdekat mulai dari usia 20 tahun.
Beragam tes kesehatan jantung pada rumah sakit yang perlu dijalani sang orang-orang yang punya “talenta” penyakit jantung merupakan cek tensi, EKG jantung, rontgen jantung, & USG Jantung. Selain itu, Anda mungkin jua perlu menjalani treadmill test sambil dipasangkan EKG jantung buat memeriksa kondisi jantung saat sedang “dipaksa” beraktivitas fisik, sampai katerisasi jantung untuk mendeteksi penyakit jantung koroner atau penyempitan arteri jantung.
Apabila ternyata hasil medical checkup normal atau risiko Anda rendah, Anda mampu pulang melakukan skrining maksimal 5 tahun kemudian. Tetapi bagi Anda yg termasuk orang berisiko tinggi mengalami penyakit jantung lantaran keturunan, cek lagi keseluruhan syarat kesehatan Anda dalam 6 minggu hingga 3 bulan setelahnya.
Jangan lupa pula buat cek kadar kolesterol dan hipertensi per 3 bulan sekali semenjak medical check up pertama untuk melihat apakah ada perbedaan setelah menjalani gaya hidup sehat dan minum obat-obatan (bila sudah diresepkan oleh dokter). Secara umum, skrining kesehatan lanjutan buat Anda yg berisiko tinggi mengalami penyakit jantung keturunan adalah tiap 1-dua tahun sekali.
Pada intinya buat mencegah risiko penyakit jantung turunan adalah dengan gaya hidup sehat. “Jangan merokok & jangan hingga kegemukan agar tidak hingga kena diabetes, hipertensi, pula kolesterol tinggi.” tandas dr. Vito. Semua itu merupakan faktor-faktor yang bisa meningkatkan kecepatan atau menaikkan risiko Anda terkena penyakit jantung.

0 Response to "3 Rahasia Menjaga Jantung Tetap Sehat Jika Anda Punya Keturunan Penyakit Jantung"
Post a Comment