Seks adalah kegiatan yang seharusnya membawa kebahagiaan. Namun sebagian orang justru merasa makin stres selesainya berafiliasi intim. Anda jua pernah mengalaminya? Penasaran apa penyebabnya?
Makin stres setelah berafiliasi intim, tanda post-sex blues
Dalam dunia medis, perasaan stres & stress yg muncul sesaat sehabis interaksi seks dianggap dengan post-sex blues atau dysphoria postcoital atau tristesse postcoital.
Selain stres, post-sex blues juga mengakibatkan perasaan murung yg mendalam, gelisah, kecenderungnan depresi, hingga menangis lantaran dihantui oleh perasaan bersalah atau menyesal selesainya bekerjasama intim. Beberapa orang bahkan hingga bertengkar menggunakan pasangan setelahnya.
Menariknya, segala emosi negatif ini sama sekali tidak muncul selama Anda & pasangan bekerjasama seks. Anda & pasangan tetap mencicipi seks yang penuh gairah, romantis, & memuaskan.
Pria & wanita sama-sama sanggup stres sehabis bercinta
nyeri waktu berhubungan seks, mainan seks, sex toys
Post-sex blues bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Meski demikian, aneka macam penelitian yg terdapat sampai waktu ini melaporkan bahwa wanitalah yg lebih rentan mengalami stres sesudah berhubungan intim.
Sebuah penelitian menjelaskan lebih kurang 46 % perempuan mengalami gejala post sex blues atau dysphoria postcoital setidaknya sekali dalam hidupnya. Sementara itu, penelitian yg lebih anyar terbitan Journal Sex & Marital Therapy tahun 2018 menyatakan syarat ini dialami sebesar 41 % pria setidaknya sekali dalam hayati mereka.
Apa penyebabnya?
Kondisi ini bisa dibilang cukup generik. Meski begitu, para ahli kesehatan belum konfiden sahih apa yang jadi penyebab pastinya. Dikutip berdasarkan Psychology Today, sejumlah penelitian menganggap stres setelah berhubungan intim mampu ada bersumber menurut kombinasi banyak sekali faktor; semisal faktor genetik, biologis tubuh, dan kondisi psikologis itu sendiri menurut orang tadi.
Seorang terapis seks sekaligus konselor, Denies Knowles, beropini bahwa kemunculan stres bisa saja terjadi lantaran banyak sekali hormon tubuh naik turun tidak menentu saat bekerjasama seks yg memengaruhi bagian otak pengatur reaksi emosional.
Ketika bekerjasama seks, tubuh akan menghasilkan hormon endorfin, prolaktin & oksitosin pada jumlah yang relatif akbar. Peningkatan tiga hormon tersebutlah yg menciptakan seks terasa enak & membahagiakan. Nah sehabis turun dari klimaks, kadar hormon-hormon ini akan surut drastis sehingga malah berbalik memunculkan emosi negatif.
Stres harian dan syok masa kemudian mampu memicunya
Seperti yang telah dijabarkan pada atas, kemunculan stres sesudah berhubungan intim sanggup ditentukan oleh naik turunnya hormon alami tubuh.
Nah jika Anda termasuk orang yg mudah stres atau tertekan, besar kemungkinan reaksi emosional yang Anda rasakan sehabis bercinta adalah semakin gusar. Apalagi jika alam bawah sadar Anda masih disibukkan dengan “teror” stres harian, seperti kasus tempat tinggal tangga atau pekerjaan kantor.
Terlebih, seks merupakan suatu bentuk ikatan dan agama. Untuk orang-orang yang cenderung lebih sensitif, berhubungan intim mampu membuat emosinya semakin meluap-luap. Rasa kewalahan itu sanggup jadi ada lantaran beliau merasa ringkih atau takut kehilangan sehabis membuka dirinya dalam orang lain, atau justru merasa bersalah karena melakukan seks yg selama ini dipercaya tabu.
Para ahli pula menyatakan bahwa stress berat kekerasan seksual pada masa lalu jua sanggup menjadi keliru satu faktor pemicunya. Pada sebagian orang, trauma dapat menetap selama seumur hayati. Mereka bisa tiba-tiba saja mengingat peristiwa yg pernah menimpanya setiap kali berhubungan seks, meski dengan orang yg dicintai.
Tetapi, masih poly faktor-faktor pemicu lainnya yang masih belum terungkap & perlu diteliti lebih pada.
Bagaimana cara mengatasi post sex blues?
Apabila Anda merasa stres selesainya berafiliasi seks, nir apa buat minta ketika menyendiri pada pasangan jika ingin.
Tidak perlu dulu langsung mengungkapkan apa alasannya, lantaran Anda sendiri mungkin nir tahu mengapa Anda merasa kewalahan. Atur napas perlahan & kosongkan pikiran Anda sejenak. Bayangkan hal-hal yg sanggup membuat Anda senang .
Setelah agak hening, Anda sanggup katakan padanya bahwa Anda merasa gusar & nir nyaman bukan lantaran ia berbuat kesalahan atau melakukan hal yg nir Anda sukai waktu seks tadi. Dengan begitu, pasangan Anda jua jadi lebih damai. Tidak ada salahnya juga buat minta kelonan atau pelukan darinya buat menenangkan diri.
Ada banyak survei yg pertanda Anda bukanlah satu-satunya orang yang mampu merasa stres sesudah seks. Tetapi bila ini terus terulang dan semakin menggerogoti jiwa Anda, bahkan mungkin sampai meregangkan hubungan dengan si beliau, maka Anda perlu berkonsultasi dalam terapis seks.
Terapis akan membantu mencari memahami apa pemicu spesifiknya yg menciptakan Anda selalu merasa stres setelah berafiliasi intim. Selain itu, terapis pula akan membantu Anda buat merencanakan solusinya serta menguatkan komunikasi dengan pasangan buat beserta-sama menghadapi perkara.
Hal yg terpenting merupakan kerja sama & bisnis buat terus saling tahu satu sama lain.

0 Response to "Setelah Seks Saya Malah Tambah Stres, Kenapa?"
Post a Comment